permukaantanah yang berupa persaingan dalam mendapatkan cahaya matahari, dan ruang tumbuh, di dalam tanah pun terjadi persaingan, yakni persaingan mendapatkan air dan unsur hara. Faktor persaingan tersebut dapat menyebabkan perkembangan dan pertumbuhan tanaman pokok menjadi terhambat dan dapat mengurangi jumlah produksi tanaman. Malau(2008) mengatakan, di samping sebagai sumber bahan organik tanah, tanaman penutup tanah dapat berfungsi menetralisir daya rusak butir-butir hujan dan menekan aliran permukaan (runoff) yang kemudian dapat menghambat erosi dan pencucian hara. Hal ini tercerminkan oleh pengaruh positif tanaman penutup tanah terhadap sifat-sifat fisik tanah. G. Tanamanpenutup tanah adalah tumbuhan atau tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman kerusakan oleh erosi dan / atau untuk memperbaiki sifat kimia dan sifat fisik tanah.. Tanaman penutup tanah berperan: (1) menahan atau mengurangi daya perusak butir-butir hujan yang jatuh dan aliran air di atas permukaan tanah, (2) menambah bahan organik tanah melalui batang, ranting dan Tanamanarachis pintoi yang kerap juga disebut kacang-kacangan merupakan salah satu jenis tanaman penutup tanah yang populer. Tanaman yang satu ini tumbuh menjalar di atas permukaan tanah. Jika subur, akan muncul bunga kuning yang cantik di sela-sela daunnya. A pintoi memenuhi persamaan Penutupan (%) = 5.273 Waktu (MST)-16.512 sehingga penutupan tanah 100% dapat dicapai pada 22 MST. Berdasarkan hasil penelitian A. pintoi berpotensi sebagai biomulsa dengan menggunakan jarak tanam yang lebih rapat, sehingga penutupan tanah bisa dicapai lebih cepat. Kata kunci: penutupan tanah, mulsa, Rhizobium, stek 9gAK. Ada beberapa jenis tanaman penutup tanah yang perlu kamu ketahui untuk menjaga ekosistem rumput rumah. Simak selengkapnya di sini! Secara garis besar memang tanaman ini akan tumbuh subur di suatu area, terlebih Indonesia memiliki karakteristik cuaca dengan iklim tropis. Tanaman ini bukan hanya sekadar ditanam untuk menjaga estetika saja, tapi juga usaha dalam menjaga kesuburan tanah. Pasalnya, tanaman ini berfungsi untuk melindungi permukaan tanah dari butiran hujan maupun aliran air di rumah. Untuk memastikan tanah dalam kondisi yang baik, ada beberapa tanaman pelindung atau penutup yang bisa kamu aplikasikan di rumah. Seperti apa jenis tanaman penutup tanah yang bisa kamu aplikasikan di rumah? Simak pembahasannya bersama-sama! Jenis Tanaman Penutup Tanah Terbaik untuk Kesuburan Lahan Kamu bisa mengaplikasikan jenis tanaman ini untuk menjaga kesuburan lahan secara baik dan tepat guna, berikut ini 1. Rumput Pinto Sumber Tanaman penutup tanah ini tergolong salah satu yang populer, khususnya di wilayah dengan iklim tropis. Rumput pinto tumbuh mekar sepanjang tahun, memberikan perlindungan pada permukaan tanah dan tumbuhnya gulma, hingga mencegah terjadinya erosi. Meski demikian, rumput pinto cukup disukai oleh hewan ternak sebagai santapan pangan mereka. 2. Tanaman Timi Sumber Selain digunakan sebagai tanaman penutup tanah yang cantik, tanaman tini cukup terkenal akan khasiatnya mengatasi penyakit batuk. Tanaman ini mengandung senyawa aktif Timol dan Carvarol yang berperan sebagai ekspektoran dan antipasmodik. Manfaatnya lebih afdal bukan? 3. Ubi Hias Sumber Selain ubi jalar, ubi hias merupakan salah satu jenis ubi yang cukup diminati dan sangat populer dengan populasi mencapai 75%. Ubi hias juga sangat cocok digunakan sebagai salah satu tanaman penutup tanah, dengan jarak tanam setidaknya 20cm supaya akarnya tumbuh dengan baik. 4. Daun Beludru Sumber Jenis tanaman penutup tanah ini dikenal sebagai penutup yang mewah dan cantik dari berbagai sudut rumah. Awalnya, spesies daun beludru ditemukan di Brazil, Kolombia dan Venezuela dengan berbagai tekstur seperti merah, hijau, ungu sampai cokelat. 5. Rumput Kucai Sumber Memiliki sifat penyuka tanah yang lembap dengan kondisi tempat teduh, membuat rumput kucai jadi salah satu tanaman penutup tanah favorit. Tanaman yang dikenal berasal dari Tiongkok, India, dan Jepang ini memiliki kemampuan resistensi yang baik terhadap sinar matahari dalam waktu yang lama. 6. Alyssum Sumber Nilai estetika tinggi menjadi ciri khas dari tanaman Alyssum sebagai penutup tanah, yang sangat cocok dengan iklim tropis di Indonesia. Tanaman ini dikenal memiliki aroma harum menyerupai madu menyerupai bunga matahari. Meski demikian, bunga ini memiliki perlakuan khusus karena bisa menyebabkan penyakit dermatitis pada orang yang memiliki alergi. 7. Candytuft Sumber Pixabay/Heidelbergerin Tanaman ini dikenal menyukai sinar matahari sehingga menghasilkan berbagai bunga-bunga bertekstur indah. Mampu bertahan di masa kekeringan, tanaman ini sangat cocok untuk kamu yang jarang menyiram tanaman. Adapun, Candytuft sangat cocok untuk disematkan pada teras rumah minimalis depan rumah di jalan setapak. 8. Seruni Jalar Sumber Planter and Forester Seruni Jalar memiliki nama lain yakni Wedelia Biflora. Tanaman ini ditemukan banyak tumbuh di daerah pantai dengan karakter bunga berwarna kuning cerah 2-3 cm. Tanaman penutup tanah ini bisa jadi alternatif menarik selain rumput hijau, dengan perawatan yang mudah. Meski demikian Seruni Jalar juga harus dipotong terlebih pada sisi rumput liar yang kerap tumbuh. 9. Lantana Sumber Gardening Know How Lantana merupakan penutup tanah dengan tekstur bunga kecil bergerombol dengan berbagai gradasi warna, seperti putih, pink, kuning dan ungu. Kamu bisa memilih salah satu jenisnya yakni lantana camara, dengan ketinggian maksimal 30cm dan tumbuh merayap. Itulah beberapa referensi tanaman penutup tanah yang bisa kamu aplikasikan di rumah, untuk menjaga ekosistem hijau pada sisi teras hingga halaman. Kamu bisa cari tahu inspirasi bercocok tanam hanya di Cari rumah impian bersama Jakarta Garden City bersama dan yang pastinya AdaBuatKamu! Beberapa jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai tanaman penutup tanah di lahan perkebunan antara lain Arachis pintoii, Centrosema pubescens, Calopogonium muconoides, Mucuna sp., dan tanaman legum menjalar lainnya. Apa yang dimaksud dengan cover crop? Tanaman penutup tanah adalah tumbuhan atau tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman kerusakan oleh erosi dan / atau untuk memperbaiki sifat kimia dan sifat fisik tanah. Apa syarat tanaman penutup tanah? Syarat Tanaman Penutup Tanah Sistem perakaran tidak menimbulkan kompetisi dengan tanaman utama. Tumbuh cepat dan banyak menghasilkan daun. Tidak mensyaratkan tingkat kesuburan yang tinggi. Toleran terhadap pemangkasan, resisten terhadap hama, penyakit, kekeringan, naungan, dan pijakan. Apa yang dimaksud dengan tanaman tabir? Tanaman tabir berfungsi melindungi rumah dari cahaya berlebih, debu, dan polusi yang bisa masuk ke rumah. Tanaman tabir juga sering digunakan untuk menciptakan ruang privasi agar tidak mudah terlihat dari jalanan. Apa saja jenis pohon pelindung? Lamtoro Leucaena glauca Dadap Erythrina variegata Jarak pagar Jathropa curcas Kolena/pohon gamal Glericidia Sengon Albizia spei Apa manfaat dari tanaman pelindung? Fungsi tanaman pelindung dalam konservasi lahan adalah untuk merembeskan air ke lapisan tanah yang lebih dalam dari lapisan kedap air bidang luncur karena tanaman pelindung yang dipilih memiliki akar tunjang dan perakarannya berfungsi untuk menyangga partikel tanah sehingga akan mengurangi erosi pada permukaan tanah. Apa saja manfaat cover crops bagi pertanian? Penanaman tanaman penutup tanah TPT atau legume cover crops LCC berfungsi untuk menekan pertumbuhan gulma, melindungi tanah terhadap penyinaran langsung sinar matahari, melindungi tanah dari tetesan langsung air hujan, mengurangi aliran permukaan dan menjaga kelembaban tanah serta menambah kesuburan tanah sebagai … Tanaman penutup tanah apakah yang cocok digunakan pada jenis perkebunan kelapa sawit? Mucuna bracteata MB merupakan salah satu jenis tanaman penutup tanah cover crop yang banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit. Tanaman ini memiliki kelebihan diantaranya mampu memproduksi biomasa yang banyak, mengandung N lebih tinggi, berumur panjang, tahan terhadap naungan dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Mengapa di perkebunan rakyat tidak ditanami LCC? Walaupun sudah terbukti berdampak positif, penanaman LCC pada perkebunan rakyat kurang berkembang. Hal ini disebabkan karena pekebun tidak dapat merasakan keuntungannya secara langsungdari tanaman penutup tanah. Apa itu LCC pada tanaman sawit? Tanaman Penutup tanah leguminous cover crop LCC Tanaman yang sengaja ditanam pada perkebunan kelapa sawit untuk menutup permukaan tanah dengan tujuan utama menekan pertumbuhan gulma. Mengapa tanaman penutup tanah memiliki peranan dapat menambah kesuburan tanah? Nah, peran dari tanaman penutup tanah di sini adalah sebagai penghalang kontak langsung butiran hujan yang turun dengan tanah, sehingga meminimalisir terpecahnya struktur tanah. Laju aliran permukaan dapat dihambat dan tanah yang terbawa aliran air pun mampu ditekan. Baca juga Apa Saja Ciri-Ciri Tanah Subur yang Baik? Pada saat kapan tanaman penutup tanah mulai ditanam? Tanaman penutup tanah umumnya ditanam menjelang turun hujan Agustus dan September, selesai pembukaan lahan. Berikut ini manakah yang sering dijadikan tanaman ground cover? Tanaman lantana. Kesederhanaan taman akan membantu menampakan kesan-kesan yang baik, karena taman merupakan sedekah kepada alam yang paling sederhana. Kucai mini. Tanaman Lilyday. Tanaman hingkip mirten. Tanaman hymenocallis caroliniana. Tanaman azalea. Tanaman walisongo. Tanaman asoka. Apakah rumput jepang termasuk tanaman hias yang berfungsi sebagai pelindung atau penutup tanah? Dari beberapa tanaman yang ada pada pilgan, yang memenuhi syarat sebagai tanaman hias penutup tanah adalah Rumput Jepang. Tanaman pergola apa saja? Apa yang dimaksud dengan tanaman Half hardy perennial? Half Hardy Perennial Di wilayah yang lebih dingin dan bersalju, beberapa tanaman perennial diperlakukan seperti tanaman annual karena tanaman tersebut tidak tahan terhadap suhu dingin sehingga harus dibawa ke dalam ruangan. Tanaman perennial seperti itu disebut dengan istilah half–hardy perennial. Apakah tanaman Syngonium merambat? Syngonium Sementara jika tak terlalu banyak dipangkas, syngonium lama-kelamaan dapat tumbuh merambat. Tanaman hias rambat ini sangat menyukai tempat yang terang dengan paparan sinar matahari yang cukup banyak. Apa itu pohon peneduh? Tanaman peneduh pada umumnya merupakan jenis pohon, dimana manfaatnya selain untuk meneduhkan lingkungan sekitar yang panas juga menyerap kabondioksida. Disebut tanaman peneduh karena biasanya jenis tanamn ini berdaun lebar sehingga lingkungan di sekitar tanaman itu menjadi terasa sejuk dan segar. Referensi Pertanyaan Lainnya1Social Function of Offering Help?2Sebutkan Tata Cara Jual Beli Online?3Pengawetan Daging Dengan Teknik Curing Merupakan Cara Pengawetan Secara?4Salat Idul Adha Dilaksanakan Pada Pagi Hari Tanggal?5Apa Yang Dimaksud Dengan Analog?6Perilaku Yang Mencerminkan Iman Kepada Rasul?7Berikan Contoh Nilai Nilai Nasionalisme Dan Patriotisme Dalam Bidang Politik?8Berikut Termasuk Fungsi Teks Iklan Kecuali?9Kesimpulan Dari Iman Kepada Kitab Allah?10Kondisi Masyarakat Madinah Sebelum Islam? Tanaman penutup tanah adalah tumbuhan atau tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman kerusakan oleh erosi dan / atau untuk memperbaiki sifat kimia dan sifat fisik tanah. Tanaman penutup tanah berperan 1 menahan atau mengurangi daya perusak butir-butir hujan yang jatuh dan aliran air di atas permukaan tanah, 2 menambah bahan organik tanah melalui batang, ranting dan daun mati yang jatuh, dan three melakukan transpirasi, yang mengurangi kandungan air tanah. Peranan tanaman penutup tanah tersebut menyebabkan berkurangnya kekuatan dispersi air hujan, mengurangi jumlah serta kecepatan aliran permukaan dan memperbesar infiltrasi air ke dalam tanah, sehingga mengurangi erosi. Tumbuhan atau tanaman yang sesuai untuk digunakan sebagai penutup tanah dan digunakan dalam sistem pergiliran tanaman harus memenuhi syarat-syarat Osche et al, 1961 a mudah diperbanyak, sebaiknya dengan biji, b mempunyai sistem perakaran yang tidak menimbulkan kompetisi berat bagi tanaman pokok, tetapi mempunyai sifat pengikat tanah yang baik dan tidak mensyaratkan tingkat kesuburan tanah yang tinggi, c tumbuh cepat dan banyak menghasilkan daun, d toleransi terhadap pemangkasan, due east resisten terhadap gulma, penyakit dan kekeringan, f mampu menekan pertumbuhan gulma, g mudah diberantas jika tanah akan digunakan untuk penanaman tanaman semusim atau tanaman pokok lainnya, h sesuai dengan kegunaan untuk reklamasi tanah, dan i tidak mempunyai sifat-sifat yang tidak menyenangkan seperti duri dan sulur-sulur yang membelit. Tanaman penutup tanah atau tanaman pembantu dapat digolongkan dalam Osche et al 1961 Tanaman penutup tanah rendah Tanaman penutup tanah rendah terdiri dari jenis rumput-rumputan dan tumbuhan merambat atau menjalar Dipakai dalam pola pertanaman rapat Calopogonium muconoides Desv, Centrosema pubescens Benth, Mimosa invisa Mart, Peuraria phaseoloides Benth. Digunakan dalam pola pertanaman barisan Eupatorium triplinerve Vahl daun panahan, godong, prasman, jukut prasman, Salvia occidentalis Schwartz langon, lagetan, randa nunut, Ageratum mexicanum Sims. Digunakanuntuk penguat teras dan saluran-saluran air Althenanthera amoena Voss bayem kremah, kremek, Indigofera endecaphylla jacq dedekan, Ageratum conyzoides L babandotan, Erechtites valerianifolia Rasim sintrong, Borreria latifolia Schum bulu lutung, gempurwatu, Oxalis corymbosa DC, Brachiaria decumbens, Andropogon zizanoides akar wangi, Panicum maximum rumput benggala, Panicum ditachyum balaban, paitan, Paspalum dilatum rumput Australia, Pennisetum purpureum rumput gajah . Tanaman Penutup Tanah sedang perdu Dipakai dalam pola pertanaman teratur di antara baris tanaman pokok Clibadium surinamense var asperum baker, Eupatorium pallessens DC Ki Dayang, Kirinyuh Digunakan dalam pola pertanaman pagar Lantana camara L tahi ayam, gajahan, seruni, Crotalaria anagyroides HBK, Tephrosia candida DC, Tepherosia vogelii, Desmodium gyroides DC kakatua, jalakan. Acacia villosa Wild lamtoro merah, Sesbania grandiflora PERS turi, Calliandra calothyrsus Meissn kaliandra merah, Gliricidia maculata johar cina, gamal, Flemingia congesta Roxb, Crotalaria striata DC., Clorataria juncea, L. Crotalaria laurifolia Poir urek-urekan, kacang cepel, Cajanus cajan Nillst kacang hiris, kacang sarde dan Indigofera arrecta Hooscht. Penggunaan di luar areal pertanaman utama dan merupakan sumber pupuk hijau dan mulsa, untuk penghutanan dan perlindungan dinding jurang Leucaena glauca L Benth pete cina, lamtoro, kemelandingan, Tithonia tagetiflora Desp, Graphtophyllum pictum Gries daun ungu, handeuleum, Cordyline fruticosa Backer, Eupatorium riparium REG. Tanaman penutup tanah tinggi atau tanaman pelindung Digunakan dalam pola teratur di antara baris tanaman utama Albizia falcata sengon laut, jeunjing, Grevillea robusta A Cum, Pithecellobium saman benth pohon hujan, Erythrina sp dadap, Gliricidia sepium Dipakai dalam barisan Leucaena glauca atau Leucaena leucocephala Penggunaan untuk melindungi jurang, tebing atau untuk penghutanan kembali Albizia falcata dan Leucaena glauca, Albizia procera Benth, Acacia melanoxylon, Acacia mangium, Eucalyptus saligna, Cinchona succirubra, Gigantolochloa apus bambu apus, Dendrocalamus asper, Bambusa bambos. Tumbuh-tumbuhan bawah undergrowth alami pada perkebunan Banyak usaha telah dilakukan pada beberapa perkebunana, terutama perkebunan karet, dalam memanfaatkan tumbuh-tumbuhan bawah alami untuk melindungi tanah. Tumbuhan yang tidak disukai Banyak tumbuhan yang termasuk dalam tumbuhan pengganggu atau tidak disukai yang dapat berfungsi sebagai penutup tanah atau pelindung tanah terhadap ancaman erosi. Tumbuh-tumbuhan itu tidak disukai karena sifat-sifatnya yang merugikan tanaman pokok dan sulit diberantas atau dibersihkan dari lahan usaha pertanian Imperata cylindrica, Panicum repens lampuyangan, Leersia hexandra kalamento, Saccharum spontaneum gelagah, Anastrophus compressus dan Paspalum compressum tumput pahit. Sumber bahan Sitanala Arsyad 2006. Konservasi Tanah dan Air. Bogor IPB Printing. Inovasi Ekologi dalam Pengelolaan Tanah Oleh Subekti Rahayu Gulma adalah momok bagi para petani, karena bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang mereka budidayakan. Hal ini juga dialami para petani kopi di Kecamatan Sumberjaya, Lampung Barat. Gulma seringkali menyaingi tanaman kopi di daerah yang sekitar lxx%-nya dipenuhi kebun kopi ini. Bagaimana petani setempat mengatasinya? Di wilayah ini, gulma umumnya menjadi masalah di kebun kopi naungan sederhana kopi yang ditanam dengan tanaman penaung jenis polong-polongan dan kebun kopi muda. Pada kedua jenis kebun kopi ini,kerapatan tajuknya relatif terbuka, apalagi jika pohon penaungnya menggugurkan daun di musim kemarau. Celah antar tajuk memungkinkan sinar matahari menembus permukaan tanah dan memicu pertumbuhanberbagai jenis gulma. Sementara pada kebun kopi jenis multistrata kopi yang ditanam bersama pohon buahbuahan dan kayu-kayuan, gulma tidak begitu menjadi masalah bagi petani karena tingginya kerapatan tajuk pepohonan dapat menekan pertumbuhan gulma. Para petani biasanya membersihkan seluruh atau sebagian gulma dengan menggunakan koret sejeniscangkul kecil. Pembersihan dengan cara ini dapat memicu terbukanya permukaan tanah yang mengawaliterjadinya erosi, terutama pada musim hujan. Biasanya petani menyisakan gulma di sebagian expanse kebun untuk menghalangi terjadinya erosi. Aktivitas pembersihan gulma ini menuntut alokasi waktu, tenaga, bahkan biaya untuk upah jika menggunakan jasa orang lain. Selain disebabkan oleh metode pembersihan gulma, erosi juga dipengaruhi oleh ketebalan serasah pada kebun kopi. Serasah yang relatif tebal pada kebun kopi multistrata mengurangi terjadinya erosi tanah sehingga kesuburan tanah tetap terpelihara. Sedangkan, serasah yang relatif sedikit pada kebun kopi naungan sederhana dan kebun kopi muda memungkinan terjadinya lebih banyak erosi, sehingga penurunan kesuburan tanah menjadi lebih cepat. Hal ini terutama terjadi pada kebun yang berada pada tempat-tempat berlereng curam. Sebagai upaya konservasi tanah, para petani kopi umumnya membuat teras dan rorak di antara kebun kopi sehingga tanah yang hanyut, masuk ke dalam rorak tersebut dan tidak terbuang. Memperkenalkan Arachis pintoi Gulma dan menurunnya kesuburan tanah menjadi permasalahan utama bagi petani kopi di Sumberjaya, terutama pada kebun-kebun kopi naungan sederhana dan kebun kopi muda. Petani harus mengeluarkan biaya untuk pembersihan gulma dan menyediakan pupuk agar tanahnya kembali subur. Untuk mengatasi dua masalah ini, para petani kopi di Sumberjaya bersama Globe Agroforestry Eye ICRAF berupaya mencari metode yang lebih menguntungkan secara ekonomi dan ekologis. Memanfaatkan Arachis pintoi—lebih dikenal sebagai “pintoi” di kalangan petani—kemudian menjadi pilihan bersama. Tanaman sejenis kacang-kacangan ini diperkenalkan oleh ICRAF yang bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanah BPT Bogor, sebagai sarana konservasi tanah sekaligus untuk menekan pertumbuhan gulma. Kedua lembaga ini mengajak petani berdiskusi mengenai penurunan kesuburan tanah dan pertumbuhan gulma yang terjadi di kebun kopinya. Selanjutnya para petani diajak berkunjung ke daerah lain yang telah mempraktikkan penanaman A. pintoi, yaitu kebun percobaan Lembaga Penelitian Kopi serta kebun lada yang ada di Lampung Barat. Setelah kunjungan tersebut, 50 orang petani tertarik untuk menanam A. pintoi di kebun kopinya. Antusiasme petani ini pun disambut ICRAF dan BPT Bogor dengan memberikan bantuan, berupa bibit A. pintoi dan biaya perawatan. Waktunya Pembuktian Ada ungkapan yang menyebutkan, “petani tidak perlu janji, tetapi perlu bukti”. Setelah menanam A. pintoi di kebun kopinya, petani dapat melihat sendiri bahwa gulma tidak tumbuh lagi, terutama alang-alang yang sangat sulit dibersihkan. A. pintoi menghambat pertumbuhan alang-alang karena penutupan permukaan tanah oleh tanaman ini menghalangi sinar matahari yang diperlukan rimpang alang-alang untuk tumbuh dan berkembang. Tanaman yang bisa tumbuh di tempat teduh dan tahan terinjakinjak ini juga seringkali menang ketika bersaing dengan gulma untuk memperoleh air dan hara. Dengan A. pintoi, selain mengurangi risiko penggunaan herbisida, petani tak perlu lagi meluangkan waktu atau mengeluarkan biaya untuk membersihkan gulma. A. pintoi yang tumbuh di kebun kopi mampu menutupi permukaan tanah sehingga tanah terjaga kelembabannya, tidak terkikis dan terbawa aliran air ketika hujan. Tanaman ini juga menambah unsur hara tanah melalui kemampuannya mengikat nitrogen dari udara. A. pintoi menyediakan tempat bagi mikroorganisme pengikat fosfor, yang juga membantu proses pelapukan daun dan batangnya. Oleh karenanya, serasah A. pintoi merupakan sumber makanan dan tempat hidup hewan tanah yang berguna dalam pelapukan bahan-bahan organik. Petani juga dapat memanfaatkan A. pintoi untuk makanan ternak, seperti kambing, domba, sapi, dan kerbau. Tanaman yang tidak dapat tumbuh tinggi maksimal 30 cm dan dapat diperbanyak dengan stek batang ini bisa menghasilkan hijauan ternak yang cukup bernutrisi. Pendapat Petani versus Hasil Penelitian Setelah penanaman A. pintoi di kebun kopi petani berjalan selama tiga tahun, ternyata muncul dua pendapat berbeda di kalangan petani. Dari l petani yang berpartisipasi, delapan petani tidak menerapkan lebih lanjut penanaman A. pintoi dengan alasan, mengubah kebun kopi menjadi kebun sayur 1 petani, menjual kebunnya iii petani, dan merasa bahwa A. pintoi menyulitkan ketika musim panen, karena buah kopi yang jatuh di antara tanaman ini sulit ditemukan, di samping mereka juga menginginkan kebun kopi yang benar-benar bersih dari tanaman lain 4 petani. Sisanya, sebanyak 42 petani mengadopsi metode ini lebih lanjut, antara lain dengan cara mengaplikasikan A. pintoi di kebun lain miliknya, menyebarkan informasi dan manfaatnya ke petani lain, bahkan memberikan bibit ke petani lain untuk ditanam. Pak Baridi, salah satu petani dari Desa Simpang Sari mengatakan, “Saya mendapatkan banyak pengetahuan dari para peneliti yang datang ke sini, seperti pemanfaatan A. pintoi sebagai tanaman penutup tanah. Awalnya masyarakat di Sumberjaya belum mengetahui manfaat tanaman ini. Namun atas masukan para peneliti, beberapa dari kami mencoba mempraktikkannya di sebuah lahan kecil. Hasilnya terbukti bagus dan mudah dipraktikkan. Kemudian kami mencoba menerapkannya di kebun. Sayangnya, tidak semua petani di sini percaya dan yakin akan manfaat tanaman tersebut karena mereka belum mempraktikannya sendiri. Sebagian petani tertarik setelah melihat keberhasilan kami, kemudian ikut menerapkannya di lahan Ternyata manfaat yang dikemukakan petani sejalan dengan hasil analisis yang dilakukan oleh para peneliti. Hasil analisis membuktikan bahwa di kebun kopi petani yang tidak ditanami A. pintoi terjadi kehilangan tanah akibat erosi sebanyak 10 kali lipat dibandingkan kebun yang ditanami. Hal ini dikarenakan akar A. pintoi dapat mencegah hanyutnya tanah oleh air dan angin. Daun-daunnya juga mengurangi kikisan tetesan air hujan. Bisa dibayangkan, betapa besar unsur hara yang hilang pada kebun yang tidak ditanami A. pintoi. Seiring hilangnya unsur hara, kesuburan tanah akan menurun dan akibatnya hasil panen pun berkurang. Hasil Pembelajaran Adanya perbedaan persepsi di antara petani setelah melakukan percobaan penanaman A. pintoi memberikan gambaran bahwa ada hal-hal yang perlu dipelajari dari proses adopsi suatu inovasi. Dengan mengajak petani melakukan penelitian di kebunnya, terlihat bahwa suatu inovasi akan lebih mudah diterima bila petani mendapat bukti nyata dari hasil percobaannya sendiri. Selain itu, petani yang mengadopsi perlu lebih diyakinkan dengan menyertakan bukti-bukti ilmiah berdasarkan hasil penelitian mengenai manfaat inovasi yang coba dikembangkan. Upaya ini perlu dilakukan agar mereka mengembangkan dan menyebarkan apa yang mereka peroleh ke petani lainnya. Di samping itu, perlu juga dilakukan pendekatan kepada petani yang belum mengadopsi, untuk mengetahui alasan-alasan mengapa mereka tidak mengadopsi. Subekti Rahayu, World Agroforestry Centre ICRAF, Jl. Cifor, Situ Gede, Sindang Barang, Bogor, Jawa Barat Telp 0251- 625415, Fax 0251- 625416, Eastward-mail service due [email protected] Referensi Mulyoutami, E, Stefanus, E, Schalenbourg, Westward, Rahayu, S and Joshi, L. 2004. Pengetahuan Lokal Petani dan Inovasi Ekologi dalam Konservasi dan Pengelolaan Tanah pada Pertanian Berbasis Kopi di Sumberjaya, Lampung Barat, Agrivita 2698-107, eighteen MARET 2007 Sumber Jenis Tanaman Menurut Fungsinya A. TANAMAN PENYERAP PARTIKEL LIMBAH Agathis alba damar Swietenia macrophylla mahoni daun lebar Podocarpus imbricatus jamuju Myristica fragrans pala Pithecelebium dulce asam landi Cassia siamea johar Polyalthea longifolia glodogan Baringtonia asiatica keben Mimosrops elengi tanjung B. TANAMAN PENYERAP CO2 DAN PENGHASIL O2 Agathis alba damar Bauhinea purpurea kupu-kupu Leucena leucocephala lamtoro gung Acacia auriculiformis akasia Ficus benyamina beringin C. TANAMAN PENYERAP/PENEPIS BAU Michelia champaka cempaka Pandanus sp pandan Murraya paniculata kemuning Mimosops elengi tanjung D. TANAMAN UNTUK MENGATASI PENGGENANGAN Artocarpus integra nangka Paraserianthes falcaratia albizia Acacia vilosa Indigofera galegoides Dalbergia spp Swietenia mahagoni mahoni Tectona grandis jati Samanea sama kihujan Leucena glauca lambro E. TANAMAN UNTUK PELESTARIAN AIR TANAH Casuarina equisetifolia cemara laut Ficus elastica fikus Hevea brasiliensis karet Garcinia mangostana manggis Lagerstroemia speciosa bungur Fragraea fragrans Cocos nucifera kelapa F. TANAMAN PENGAMAN PANTAI DAN ABRASI Mangrove Avicinnea Bruguiera Nipah Sumber http//world wide EFEKTIFITAS VEGETATIF DALAM KONSERVASI TANAH DAN AIR PADA SUATU DAS Oleh Suhardi, A262030061/DAS, Email [email protected] Abstruse Soil and water conservation by vegetation represent crop management technology in the form of bush-league or tree, good in the form of almanac ingather and as well the ingather ane twelvemonth and grass. This technological ofttimes allied with soil and h2o conservation activeness in direction. Utilize vegetation target that is also can of soil and water conservation, also earn reclamation of land from harm of effect erosion, beside own economic value especially from organization agroforestry. Vegetation can enlarge to infiltration and evapotranspiration and so that the pelting which fall only a few becoming surface stream resulting erosion and floods merely will go basis water so that the availability irrigate during the year at i particular watershed more than well guaranted. Vegetation in the form of forest crop very effective in improving existence of river stream continually with debit 2,5 bigger times compared to past watershed in agronomics region. Abreast that, forest also tin minimize erosion till merely 0,4 tons/ha/year. Keywords Vegetation, Conservation, and Watershed. A. Pendahuluan Dalam rangka pembangunan pertanian berkelanjutan, maka pengelolaan lahan harus menerapkan suatu teknologi yang berwawasan konservasi. Suatu teknologi pengelolaan lahan yang dapat mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan bilama memiliki ciri seperti dapat meningkatkan pendapatan petani, komoditi yang diusahakan sesuai dengan kondisi bio fisik lahan dan dapat diterima oleh pasar, tidak mengakibatkan degradasi lahan karena laju erosi kecil, dan teknologi tersebut dapat diterapkan oleh masyarakat Sinukaban, 1994. Ada beberapa teknologi untuk merehabilitasi lahan dalam kaitannya dengan pembangunan yang berkelanjutan Sinukaban, 2003 yaitu a. Agronomi yang meliputi teknis agronomis seperti TOT, minimum tillage, countur farming, mulsa, pergiliran tanaman crop rotation, pengelolaan residu tanaman, dll. b. Vegetatif berupa agroforestry, aisle cropping, penanaman rumput. c. Struktur/konstruksi yaitu bangunan konservasi seperti teras, tanggul, cek dam, Saluran, dll. d. Manajemen berupa perubahan penggunaan lahan. Tanah dengan penutup tanah yang baik berupa vegetasi, mulsa residu tanaman akan memperkecil erosi dan run off. Harsono 1995, lahan tertutup dengan hutan, padang rumput dapat mengurangi erosi hingga kurang dari one% dibandingkan dengan tanah terbuka. Permukaan tanah dengan penutupan yang baik dapat berdampak terhadap Menyediakan cadangan air tanah Memperbaiki/menstabilkan struktur tanah, Meningkatkan kandungan hara tanah, sehingga lebih produktif Mempertahankan kondisi tanah dan air. Memperbaiki ekonomi petani. Teknologi vegetatif penghutanan sering dipilih karena selain dapat menurunkan erosi dan sedimentasi di sungai-sungai juga memiliki nilai ekonomi tanaman produktif serta dapat memulihkan tata air suatu DAS Hamilton, 1997. B. Apakah Vegetatif Dapat Mengkonservasi Tanah dan Air? Teknik konservasi tanah dan air dapat dilakukan secara vegetatif dalam bentuk pengelolaan tanaman berupa pohon atau semak, baik tanaman tahunan maupun tanaman setahun dan rumput-rumputan. Teknologi ini sering dipadukan dengan tindakan konservasi tanah dan air secara pengelolaan.Sinukaban, 2003. Pengelolaan tanah secara vegetatif dapat menjamin keberlangsungan keberadaan tanah dan air karena memiliki sifat memelihara kestabilan struktur tanah melalui sistem perakaran dengan memperbesar granulasi tanah, penutupan lahan oleh seresah dan tajuk mengurangi evaporasi, disamping itu dapat meningkatkan aktifitas mikroorganisme yang mengakibatkan peningkatan porositas tanah, sehingga memperbesar jumlah infiltrasi dan mencegah terjadinya erosi. Fungsi lain daripada vegetasi berupa tanaman kehutanan yang tak kalah pentingnya yaitu memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menambah penghasilan petani Hamilton, 1997. Baker 1956 dalam Foth 1995, membedakan efek penutup tanah menjadi lima kategori Intersepsi terhadap curah hujan Mengurangi kecepatan run off Perakaran tanaman akan memperbesar granulasi dan porositas tanah. Mempengaruhi aktifitas mikro organisme yang berakibat pada meninhkatkan porositas tanah. Transpirasi tanaman akan berpengaruh pada lengas tanah pada hari berikutnya. Penelitian oleh Kelman 1969 dalam Hamilton, 1997 di Mount APO Mindanau pada kemiringan twenty% mengenai erosi pada berbagai penutup tanah seperti pada Tabel 1. Dari tabel di atas terlihat bahwa erosi meningkat secara eksponensial dengan berkurangnya penutupan tanah. Pengelolaan tanaman penutup tanah secara intercropping dengan tanaman pohon dapat mengurangi erosi. Chang dan Cheng 1974 dalam Hamilton, 1997 meneliti tentang intercropping tanaman penutup tanah dengan citrus. Tanaman penutup tanah meliputi Centrosema, Indegofera, Bahia grass, Guinea grass, Summer soy bean, Rice harbinger mulch. Hasilnya menunjukkan bahwa Bahia grass, Guinea grass dan Rice Straw mulch sangat efektif sekali untuk mencegah erosi dan run off. Pengaruh berbagai penutup tanah, praktek-praktek pengelolaan penutup tanah dan praktek konservasi terhadap erosi pada perkebunan pisang dengan kemiringan yang cukup di Taiwan dipelajari oleh Wang dkk 1970 dan Cang 1970. Wang mendapatkan bahwa barier rumput atau jalur-jalur mulsa mengurangi run-off. Tanpa adanya mulsa penutup tanah dengan indegofera atau bahia grass adalah sangat efektif dalam mengurangi run-off dan erosi. Florideo 1981 dalam Hamilton, 1997mengamati bahwa pemangkasan selektif terhadap kelebatan pohon sebesar 40 % tidak menimbulkan erosi yang berarti. Akan tetapi penebangan hutan dimana pohon-pohonnya ditarik keluar akan menimbulkan erosi tanah C. Bagaimana Vegetatif Dapat Berfungsi Sebagai Konservasi Tanah dan Air? Vegetatif dapat berfungsi dalam konservasi tanah dan air karena ia memiliki beberapa manfaat yang mendukung terciptanya pertanian berkelanjutan. Menurut Hamilton 1997, bahwa vegetatif memeliki beberapa manfaat yang merupakan ciri pertanian berkelanjutan seperti konservasi, reklamasi dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. 1. Aspek Konservasi Aspek konservasi berupa konservasi tanah dan air melalui peningkatan infiltarasi, sehingga cadangan air tanah tersedia dan dapat mencegah terjadinya erosi baik oleh air karena aliran permukaan, maupun akibat angin dan salinasi. Menurut Mawardi 1991 bahwa secara umum infiltarasi dipengaruhi oleh intensitas hujan atau irigasi, kandungan lengas tanah, dan faktor tanah. Faktor tanah merupakan sifat internal tanah dan sifat lain yang dipengaruhi oleh cara pengelolaan tanah. Pengelolaan tanah dapat mempengaruhi struktur tanah, keadaan dan bentuk permukaan tanah serta keadaan tanaman. Penutupan tanah dengan vegetasi dapat meningkatkan infiltrasi karena perakaran tanaman akan memperbesar granulasi dan porositas tanah, disamping itu juga mempengaruhi aktifitas mikroorganisme yang berakibat pada meningkatkan porositas tanah Harsono, 1995. Selanjutnya air masuk melalui infiltrasi tetap tersimpan karena tertahan oleh tanaman penutup di bawahnya atau sisa-sisa tanaman berupa daun yang sifatnya memiliki penutupan yang rapat sehingga menekan evaporasi. Demikian halnya dengan aspek konservasi tanah, vegetasi memiliki peranan penting karena dapat mengurangi peranan hujan dalam proses terjadinya erosi. Menurut Harsono 1995, bahwa proses terjadinya erosi oleh hujan sebagai berikut Pelepasan butiran tanah oleh hujan. Transportasi oleh hujan Pelepasan penggerusan/scouring oleh run off. Transportasi oleh run off. Menurut Sukirno 1995, bahwa usaha konservasi tanah pada hakekatnya adalah pengendalian energi dari akibat tetesan hujan maupun limpasan permukaan dalam proses terjadinya erosi. Prinsip pengendalian energi ini dengan usaha Melindungi tanah dari prediksi pukulan air hujan erosi percik, dengan tanaman penutup tanah. Mengurangi kecepatan energi kinetik tetesan air hujan, dengan tanaman pelindung, atau pelindung lainnya. Mengurangi energi kinetik limpasan permukaan. two. Aspek Reklamasi. Aspek reklamasi berupa perbaikan unsur hara dari proses dekomposisi dedaunan/serasah, sehingga dapat meningkatkan unsur N, K. Kerusakan lahan banyak diakibatkan oleh erosi berupa hilangnya tanah dengan kandungan bahan organik dan Nitrogen yang sangat merugikan teristimewa terhadap tanaman bijibijian bukan leguminosa. Penurunan Nitrogen tanah dapat diperbaiki dengan menggunaan pupuk Nitrogen, tetapi membutuhkan biaya yang besar. Namun dengan adanya sisa-sisa tanaman yang telah mengalami perombakan secara ekstensif dan tanah sampai perubahan lebih lanjut yang dikenal dengan humus dapat memperbaiki kandungan Nitrogen, Kalium, Karbon, Pospor, Sulfur, Calsium, dan Magnesium. Secara skematis, mekanisme pembentukan humus dalam perombakan sisa-sisa tanaman dalam tanah Foth, 1995 seperti pada Gambar 1. Gambar 1. Mekanisme pembentukan humus. Humus mengabsorbsi sejumlah besar air dan menunjukkan ciricirinya untuk mengembang dan menyusut. Humus merupakan faktor penting dalam pembentukan struktur tanah. Humus mempunyai ciri-ciri fisik lain dan sifat fisikokimia yang menjadikan humus merupakan unsur pokok tanah yang bernilai tinggi. three. Aspek Ekonomi. Dimana tanaman vegetasi penutup berupa tanaman agroforestri yang dikembangkan memiliki kontribusi produksi yang nyata sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan petani. Agroforestri memiliki fungsi ekonomi bagi suatu masyarakat. Peran utama bagi petani bukan hanya produksi bahan pangan melainkan juga sebagai sumber penghasil pemasukan uang dan modal. Pendapatan petani dari system agroforestri umumnya dapat menutupi kebutuhan sehari-hari dari hasil panen secara teratur seperti lateks, damar, kopi, kayu manis dan lain-lain. Selain itu juga dapat membantu menutupi pengeluaran tahunan dari hasil panen secara musiman seperti buah-buahan, cengkeh, pala dan lain-lain. Komoditas lainnya berupa kayu juga dapat menjadi sumber uang cukup besar meskipun tidak tetap, dan dapat dianggap sebagai cadangan tabungan untuk kebutuhan mendadak. Meskipun tidak memungkinkan akumulasi modal secara cepat dalam bentuk syste-aset yang dapat segera diuangkan, namun diverifikasi tanaman merupakan jaminan petani terhadap ancaman kegagalan panen salah satu jenis tanaman atau resiko perkembangan pasar yang sulit diperkirakan. Jika terjadi kemerosotan harga suatu komoditas, spesies ini dapat dengan mudah ditelantarkan, hingga suatu saat pemanfaatannya kembali menguntungkan. Proses tersebut tidak menyebabkan gangguan ekologi terhadap arrangement ini, dan bahkan komoditas tersebut akan tetap hidup dalam struktur kebun dan siap untuk dipanen sewaktu-waktu. Sementara komoditas lainnya tetap akan ada yang dapat dipanen, bahkan komoditas baru dapat diintroduksi tanpa merombak system produksi yang ada. D. Untuk Apa Vegetatif Dikembangkan pada Suatu DAS? Teknologi vegetatif tepat diterapkan pada suatu DAS dengan distribusi debit sungai yang tidak seragam. Artinya perbedaan antara debit puncak dan aliran dasar sangat besar. Percobaan yang pernah dilakukan di Indonesia berupa membandingkan DAS untuk pertanian, dengan satu 25 % wilayahnya dihutankan kembali, dan yang lain lagi 100 % dihutankan kembali dengan Pinus mercusii, Tectona gandis, Swetenia macrophylla dan Eucalyptus alba. Hasil dilaporkan bahwa, daerah yang dihutankan kembali aliran sungainya secara terus-menerus dalam musim kering yang besarnya 2,five kali lipat dari aliran sungai yang berasal dari DAS untuk pertanian Hamilton, 1997. Selanjutnya Hamilton, 1997, melaporkan pula bahwa dengan penanaman hutan mengakibatkan volume aliran mendadak yang agak lebih rendah, penurunan nyata dalam debit puncak, serta penundaan waktu tercapainya puncak yang nyata. Percobaan Pine Tree Branch yang dilaksanakan antara tahun 1941-1960 tidak hanya menunjukkan penurunan yang besar dalam puncak musiman tertinggi, tetapi juga penurunan dalam pelepasan aliran puncak dari badai sebelum dan sesudah penanaman yang sebanding yang meliputi seluruh kisaran keadaan lengas, intensitas curah hujan dan musim Tennesse Valley Athority, 1962 dalam Hamilton, 1997. Sebagai contoh, waktu yang diperlukan oleh xx dan 95 persen air yang jatuh untuk mengalir ke luar dari daerah tampung masing-masing menjadi lebih lama kira-kira 5-18 kali, dan penurunan debit puncak antara 92-97 % dalam musim pertumbuhan dan 71-92 % dalam musim dorman. Demikian halnya dengan hasil penelitian Tsukamoto yang dilaporkan pada tahun 1981 menunjukkan bahwa di Jepang debit puncak dari DAS yang gundul adalah 1,iv kali lebih besar daripada DAS yang dihutankan kembali. Hutan yang tidak terganggu merupakan penutup tanah yang baik terhadap erosi. Sedimen yang tersuspensi pada 250 juta hektar hanya terjadi sebesar 0,iv ton/ha/thn Pauler dan Exciting, 1981 dalam Hamilton, 1997. Pada hutan sekunder sedimen hanya terjadi sebesar ane,19 ton/ha/thn. Anderson 1978, mengamati bahwa erosi meningkat sebagai akibat hutan yang terbakar, sedimen terjadi sebesar three,12 ton/ha/thn atau 5-eight kali daripada hutan yang tidak terganggu di DAS Oregon United states of america. Eastward. Penutup Pengelolaan secara vegetatif merupakan salah satu teknologi konservasi tanah dan air dalam rangka menuju pertanian berkelanjutan. Teknologi ini dapat memelihara kestabilan struktur tanah melalui sistem perakaran dan penutupan lahan sehingga dapat meningkatkan infiltrasi dan mencegah terjadinya erosi, memperbaiki hara tanah serta memiliki nilai ekonomi. Teknologi ini tepat diterapkan pada suatu DAS dengan distribusi aliran yang memiliki perbedaan yang cukup besar antara volume aliran puncak dan aliran dasar. Karena dengan menghutankan suatu DAS, maka aliran sungainya secara terus menerus dalam musim kering besarnya mencapai 2,5 kali lipat dari aliran sungai yang berasal dari DAS yang tidak berhutan. Hutan yang tidak terganggu merupakan penutup tanah yang baik terhadap erosi. Sedimen yang tersuspensi pada 250 juta ha hanya terjadi sebesar 0,4 ton/ha/thn. Namun pada hutan yang terbakar mengakibatkan erosi meningkat, demikian halnya dengan sedimen terjadi sebesar 3,12 ton/ha/thn atau five-8 kali daripada hutan yang tidak terganggu. DAFTAR PUSTAKA Anonim, 1986. Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Rencana Teknik Lapangan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi tanah. Departemen Kehutanan. Jakarta. Foth, 1995. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Fundamentals of Soil Science. Gadjah Mada Univesity Press. Yogyakarta. Hamilton, dan 1997. Daerah Aliran Sungai Hutan Tropika Tropical Forested Watersheds. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Harsono, 1995. Paw Out Erosi dan Sedimentasi. Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Mawardi, M., 1991. Hand Out Hidrologi Pertanian. Program Studi Mekanisasi Pertanian Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Sinukaban, N. 1994. Membangun Pertanian Menjadi Lestari dengan Konservasi. Faperta IPB. Bogor. Sinukaban, N., 2003. Bahan Kuliah Teknologi Pengelolaan DAS. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Sukirno, 1995. Paw Out Teknik Konservasi Tanah. Program Studi Teknik Pertanian Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. - Semakin berkembangnya jasa pertamanan memberi banyak pilihan jenis tanaman untuk dipilih. Begitu juga dengan beragam pilihan untuk tanaman penutup tanah di halaman atau taman rumah Anda. Mengapa disebut tanaman penutup tanah? Sebab, tak semua tanaman bisa disebut tanaman penutup tanah. Tanaman ini mampu melindungi tanah dari ancaman kerusakan oleh erosi dan memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah. Syaratnya, seperti tanaman mudah diperbanyak, mempunyai sistem perakaran yang tidak mengganggu tanaman pokok, tumbuh cepat dan menghasilkan daun, toleran terhadap pemangkasan, juga memiliki ketinggian sekitar 4-5 sentimeter. Tanaman penutup tanah berfungsi menutup dan melindungi permukaan tanah, menyerap air dan memasok oksigen sehingga ramah terhadap lingkungan. Keuntungan lainnya, halaman rumah yang ditutupi tanaman penutup tanah aman untuk tempat bersantai keluarga atau tempat bermain anak. Nah, tanaman di bawah ini bisa Anda jadikan referensi sebagai penutup tanah 1. Rumput Gajah Axonopus compressus Rumput ini paling populer dan banyak digunakan dalam taman-taman perumahan. Harganya relatif lebih murah dibandingkan jenis rumput lainnya. Namun, rumput ini cepat sekali tumbuh maka harus rajin melakukan pemangkasan agar tetap terlihat rapi. 2. Rumput Gajah Mini Pennisetum purpureum schmach Rumput ini lebih kecil dari rumput gajah biasa. Tak seperti rumput gajah, rumput jenis ini lebih lambat dalam urusan pemangkasan karena tumbuhnya lambat. Rumput ini juga menjadi pilihan karrena daunnya tidak tumbuh ke atas melainkan menyamping, sehingga tampilan rumput menjadi lebih bagus. 3. Rumput Gajah Mini Varigata Rumput ini serupa dengan jenis rumput gajah mini, bedanya memiliki semburat putih pada daunnya. Perawatannya juga lebih ekstra, karena rumput ini butuh lebih banyak disiram dan dipupuk urea secara rutin. 4. Kucai Mini Kucai mini masih satu keluarga dengan kucai Jepang. Kucai mini memiliki banyak anakan atau tunas baru sehingga dapat tumbuh menyebar. Kucai dapat menutup tanah seperti halnya rumput apabila ditanam dalam jumlah banyak. Dalam perawatannya, kucai butuh sedikit air namun perlu dipadu dengan tanaman lanskap karena ia tak senang tersengat panas matahari langsung. 5. Bawang-bawangan Bentuk umbi dan daunnya menyerupai bawang. Tanaman ini disebut bawang-bawangan. Tanaman dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter ini akan tampil cantik bila ditanam dalam jumlah banyak. Warna bunganya pun beragam, ada putih, putih kekuningan, kuning juga pink. Biasanya pemakaian bawang-bawangan dipadukan dengan jenis rumput. Tanaman ini mudah beradaptasi dan dapat diperbanyak dengan pemisahan baik biji maupun rumpunnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

tanaman tanaman penutup permukaan tanah yang dapat tumbuh rapat disebut