Membuatpuisi tentang pagi Akan indah kalau sekarang minggu Atau setidaknya besok tanggal merah Asal jangan ada undangan yang lain. Membuat puisi tentang pagi Pikiran keinginan dan harapan Tidur lagi atau menyapu halaman Karna masakan belum siap dihidangkan. Membuat puisi tentang pagi Luar masih petang Jendela belum kubuka Ayam sahut menyahut
Pagiyang indah untuk mengawali hari. Menghirup udara sejuk. Menikmati nyamannya dunia. Semerbak harum mawar ku hirup. Embun yang menyapa di kala pagi. Menghantarkan indahnya pagi. Membayangkan kesenangan diri. Tanpa harus ada yang peduli. Embun yang setiap menemani pagi. Terima kasih atas sejuknya dunia karena mu. Menyambut pagi yang cerah tanpa parah *****
KAwIEl. Puisi Pagi Hari – Apa yang terlintas dalam benakmu saat bangun tidur di pagi hari? Pernahkah kamu merasa gelisah, gundah gulana hingga tidak bersemangat di pagi hari? Pagi hari adalah awal bagi kita untuk memulai aktivitas dalam hidup kita. Perlu kita pahami saat masih mampu terbangun, kita masih diberi kesempatan untuk kembali menikmati kehidupan. Puisi Pagi Hari Singkat yang Indah Saat pagi yang cerah kita masih santai dengan suasana lingkungan yang menyejukkan dan menenangkan. Akan amat cocok jika ditemani beberapa puisi yang menggambarkan suasana pagi hari. Barang kali kita akan diajak untuk berkhayal atau bahkan lebih bersyukur tentang kehidupan kita? Lalu, puisi seperti apa yang cocok untuk dibaca menemani kegiatan santai kita? Artikel ini siap memberimu jawaban, penyajian puisi dengan bahasa sederhana serta dilengkapi oleh makna tentu akan semakin mempermudah kamu dalam memahami puisi berikut. Pesan Pagi Pada pagi yang membiru Kita beradu Mengalun rindu Bagai bersyahdu Puan merindu Raga mengambigu Pulanglah, hati mengundah rindu Nur Hafizqi Untuk pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan tentu sangat ingin untuk berlama-lama bersama. Namun, rutinitas pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan membuat pasangan harus terpisahkan oleh jarak. Suasana pagi hari dipilih penulis sebab umumnya orang-orang akan bepergian bekerja pada waktu tersebut. Selain menyampaikan kerinduan, puisi ini juga berisi harapan agar pasangan segera kembali. Pada puisi di atas kita juga dapat melihat penggunaan pola rima a – a – a – a yang tampak pada huruf akhir setiap baris puisi. Barang kali, puisi ini cocok untuk kamu selipkan pada bekal makanan pasanganmu yang hendak pergi meninggalkanmu bekerja. Bait Hari Pada langit yang semakin membiru Gugur daun telah mengembus Pertanda musim telah terganti Pertanda dikau tetap ternanti Pada hari dimana cerah menyengat retinaku hingga terkedip Namun yang terhati tetap saja ternanti Nur Hafizqi Suasana pagi hari tampak pada penggunaan kalimat “Pada langit yang semakin membiru” yang dipilih penulis. Selain itu, puisi di atas juga berisi penantian panjang yang dilalui penulis. Penantian panjang tersebut digambarkan oleh perubahan musim yang terjadi dimana kalimat “Gugur daun telah mengembus” menggambarkan telah tibanya musim kemarau. Secangkir Kopi Susu Selamat pagi, Kelopak tadinya terkuncup kini telah merekah Tersaji secangkir kopi susu di atas meja Aku menyecap dalam pandang peraduan denganmu Mencari celah pijakan bibirmu untuk menetap Ya, kita berpagut dalam ruang cangkir hijau yang sama Nur Hafizqi Pagi hari memang akan terasa sangat nikmat jika ditemani secangkir kopi susu. Tidak hanya itu, pertemuan pagi hari dengan sang pasangan juga menjadi hal yang menyenangkan. Puisi di atas berisi ungkapan kegembiraan penulis. Dalam puisi di atas juga disampaikan bahwa memberikan waktu santai pagi hari untuk menikmati kopi susu dengan pasangan dapat menjaga keharmonisan hubungan. Hal tersebut digambarkan pada penggunaan kalimat “Aku menyecap dalam pandang peraduan denganmu” dan kalimat “Mencari celah pijakan bibirmu untuk menetap”. Bagaimana, apa kamu sedang berpikir untuk menghabiskan waktu bersantai pagi hari dengan pasanganmu? Rindu Terbatah 1 Lembayun pagi mengundang cakrawala Membawa angan, serta asa Sejuk semilir menerpa raga Terkatup kalbu membawa rindu Pada dikau, kekasihku Pulangla untukku! Teriakku Nur Hafizqi Pagi hari memang sangat cocok digambarkan dengan kesejukan, semangat serta harapan baru. Begitupun pada puisi di atas, mengandung ungkapan kerinduan dan harapan agar sang pujaan dapat segera kembali. Suasana pagi hari digambarkan penulis sebagai waktu yang dapat membawa semangat baru. Hal tersebut tampak pada kalimat “Lembayun pagi mengundang cakrawala” dan kalimat “Membawa angan, serta asa”. Bagaimana dengan pagimu saat ini? Sudahkah kamu bersemangat? Kasih Tanpa Raga Ku sambut pagi dalam kicau kendaraan yang berlalang Tak ada keheningan disini Semua riuk meniadakan sepi Namun jiwa meringis rindu yang tersayang Ingin ku tinggalkan semua angan Saat kasih mereka tak disertai kunjungan raganya dalam hariku Ntah mengapa riuk disini menyisa sepi kalbu Ingin aku segera pulang saja Kembali menjadi putri kecil mereka Menjadi gadis kecil yang selalu disanjung berjuta cinta Dari pencinta setulus yang tertulus Merasakan kasih dalam peluk kedua raga Oh ayah Oh ibu Terimakasih untuk kasih yang selalu kunanti jumpanya Nur Hafizqi Berbeda dengan puisi sebelumnya, pada puisi di atas suasana pagi hari digambarkan sebagai suasana yang ramai dengan banyaknya kendaraan. Hal tersebut menggambarkan kehidupan di perkotaan. Puisi di atas menggambarkan ungkapan kerinduan yang dirasakan seorang gadis pada orang tuanya saat suasana pagi hari. Selain kerinduan, puisi di atas juga berisi pujian tentang bagaimana besarnya gadis tersebut disayangi oleh orang tuanya. Ungkapan itu tampak pada menggunaan kalimat “Menjadi gadis kecil yang selalu disanjung berjuta cinta”, “Dari pencinta setulus yang tertulus”, dan kalimat “Merasakan kasih dalam peluk kedua raga”. Pejuang Nafkah Pada pagi yang tercekam gulita Sayup masih mendayu dalam buaian Sang fajar tergegas merangkak Menyusuri dedaunan kering Berharap pulang membawa sesuap nasi Nur Hafizqi Puisi di atas berisi harapan yang begitu berarti bagi kehidupan. Pagi hari memang sangat erat hubungannya dengan harapan memperoleh lebih banyak rezeki. Sehingga pada puisi di atas kita dapat menangkap gambaran seseorang yang sudah pergi bekerja saat waktu masih amat pagi, bahkan terlalu pagi untuk melihat sinar matahari. Dari beberapa puisi di atas kita dapat melihat bahwa kehidupan seseorang dalam menyambut pagi hari tidaklah selalu sama. Ada yang bersantai untuk menikmati rindu namun ada yang justru sibuk bekerja. Untuk itu, nikmati dan syukurilah posisi yang Tuhan berikan untukmu sebab tanpa kamu sadari, segala hal yang terjadi di dalam kehidupanmu adalah anugerah yang barang kali orang lain impikan untuk terjadi di dalam kehidupannya.
Kumpulan puisi subuh islami kata mutiara subuh yg indah. Waktu subuh bagi ummat islam adalah waktu dimana muslimin dan muslimat akan menunaikan sholat subuh setelah adzan subuh subuh juga menandakan bahwa pagi hari indah akan segera hadir, yang artinya waktu untuk bangun di pagi hari yang cerah mempersiapkan segala aktivitas sehari juga adalah masa dimana matahari akan timbul setelah semalaman menghilang dalam dekapan bumi dan muncul di pagi hari menandakan bahwa hari telah berganti masa ini biasa menginspirasi untuk menulis kata kata subuh yg dunia sastra waktu subuh merupakan inspirasi untuk menulis puisi, sebagaimana judul puisi bertema tentang subuh sering kita jumpai seperti puisi subuh menjelang pagi, puisi subuh romantis, syair waktu subuh dan lain sebagainya puisi-puisi yang menceritakan tentang kata kata tentang subuh pun sering kita jumpai semisal kata kata subuh yg indah, kata mutiara subuh, yang artinya kata kata indah ajakan sholat subuh dan tentang ucapan akan melaksanakan sholat diketahui Salat subuh merupakan salat wajib bagi umat islam dari lima waktu dan sholat subuh dilakukan atau dilaksanakan pada saat fajar sampai menjelang matahari orang yang bangun di waktu subuh adalah dia yang berjiwa optimis dalam segala hal karena telah lebih dahulu mempersiapkan dan merencanakan hal hal apa yang akan dilakukan ketika pagi hari berikut ini adalah daftar judul kumpulan puisi subuh yang diterbitkan antara lainPuisi subuh yang tangguhPuisi adzan subuhPuisi subuhPuisi di kantata perĘŚwan subuhPuisi subuh di ujung nafasPuisi subuh berdendangPuisi sepecuk harapanTujuh judul puisi Islam dengan tema puisi subuh islami menjelang pagi. puisi- puisi Islam ini menceritakan kata kata subuh yg indah tentang keadaan diwaktu Subuh saat pagi hari akan menjelang. Kumpulan puisi islami puisi subuh menjelang pagiKumpulan puisi subuh yang dipublikasikan puisi dan kata bijak adalah kata kata subuh yg indah dan puisi puisi yang menceritakan tentang subuh dalam deretab kata kata mutiara subuh menjelang Islam ini berisikan kata kata mengajak sholat subuh yang biasanya bagi umat islam merupakan waktu yang indah untuk cerita dan makna puisi Islami dibalik rangkaian bait bait puisi subuh lebih jelasnya disimak saja kata kata subuh yg indah dalam kumpulan puisi subuh islami dibawah ini, diawali dari puisi subuh yang tangguh, berikut SUBUH YANG TANGGUHOleh Eno El FadjeriAku terbangun dari keindahan mimpiMenatap langit yang ternyata belum pancarkan pagiMendengar qasidah alam melantun senduMengingat asma-Nya kuasai waktuAdakah yang lebih indah dari waktu subuh?Aku bertanya pada batinku yang bersembunyi dibalik keluhMerenda harapku dari pikiran yang lumpuhMenyusun semangatku untuk membunuh jenuhSautan irama Al Quran semakin sejuk terdengarMengubur kebisingan dan kepenatan yang bingarLantunan adzan mengalir lewat telinga hingga ke sukmaSudah saatnya melunturkan ego ke dalam sujud dan doaSubuh ini selalu tangguh dan menawanHingga kita lupa akan kesedihanHingga kita sandarkan ayat dalam ingatanNikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakanJKT110816PUISI SUBUHOleh Sae Sabda BataramayaMalam pamit pada langit yang belum biruditemuinya fajar malu-malulalu berseru sujuddengan hati yang khusyu'Tibanya subuhpada bening embunmembasuh daun-daunmengajak sekalian makhluk untuk tafakurPada pemilik yang subuh ituraga rukukkepala tundukduduk berzikir penuh syahduSubuhtemuilah ia dengan rasa syukurLaut LepasPUISI ADZAN SUBUHOleh SellyAdzan subuh berkumandangsaatnya kita menekuk tujuh tulangbersujud dihadapan Tuhanberharap do'a dan harapansetelah itu pandanglah langitkita menunjuk ke arash kita lambaikan tangan pada bidadari dan wildanjangn biarkan dia menunggu lamamenanti kita dlm taman surgaPuisi Subuh Di Ujung NafasOleh SuararumputpatahAku melihat mimpimu diantara waktuYang berjalan nyaris tak bersuaraSeperti api yang lembut mengunyah benang sumbuMembaui subuh di ujung napasMembuka mata tanpa adanya kenyataanPelepah-pelepah mimpi yang ditandai mengelupasJiwa pun melepuh kepanasanDari teriknya ingin yang menyengatBerikan saja sudah itu untuk mengetuk usaiPUISI SUBUH BERDENDANGOleh Sellydingin sepi berbaursang surya masih dengan lelapnya ditimursementara fajar sadiq menyapadan fajar kadzib yang mulai sirnadikala kokok ayam berbunyimenyambut dikeheningan pagisayup-sayup sepi terdengar suaraa berkumandangadzan subuh yang bergelanggangaku mulai bergegas lantangtuk tekukkan tujuh tulangkubasuh muka kusudkubersucikan bilasan wudhulantunan syahdu beriring merdupujian illahi sontakkan kalbumari angkat kedua tangan kitamemohon pada sang kuasa, bersujud dan berdo'amengharap ridho dan ampunannyajangan biarkan yang disana, sang bidadari surgamenunggu begitu lamaPUISI SEPUCUK HARAPANOleh NIA AIN NYA EKAku melewatkan embun yang menetes pada dedaunanmatahari telah meninggiterlalu pulas dengan mimpi yang keberadaannya diluar jangkauanaku bertanya pada kokok yang tak nyaring seperti subuh kemarinbergegas menghadap dalam dua rokaatTerhidang secawan rasa dengan menu istimewapada tepian hati berlumpur dosamemohon berkah karuniamenjejakan langkah dalam mencari sepotong roti untuk dibagi rata seperti yang biasa Ayah lakukanSenyum masih terlihat manisdengan bertambahnya beban dalam sayap bukanlah sebuah kesulitanseindah syair, semerdu hati mengalun dalam beningnya harapanSeperti kemarin dan hari lainnya yang terlewatimasih sama dengan keinginanmemintal benang menjadikan kain dan menyulamnya dengan warna keemasanhingga kemilau menyeimbangkan pikiranBandung, 07 November 2017Puisi Di Kantata PerĘŚwan SubuhOleh Srie Astuty AsdiAku berendam di kosong sebuah mata bertutur pada sekitar benda rungu yang sibuk memaknai denting jam dinding dalam bilik merdu pagi pada kicau burung yang mulai berlomba sahut dengan kendara-kendara nan riuh kesendirian di usai melepas tiga kekasih,pada perĘŚwan subuh yang masih melekatkan gigil di liang-liang resah di sunyi yang darah mengalir menyelinap di semak semayamnya bergumam, kuharus berlari di tengah gemuruh angin membangunkan jenuh tergubah gelora dan dirayu desir embun akutancapkan pada dadaku, biarkan penat-penat yang segala angan mekarkan layu bunga-bunga kantata!Saksi dan kabarkan pada Sang Mahahidup!Bahwa aku ini nafsu yang berpulang pada rahim tengah seteru jiwakuAku putih kembali pada janji-Mu!Demikianlah kumpulan puisi subuh islami menjelang pagi. Simak/baca juga puisi tentang subuh yang lain di blog ini, semoga puisi subuh di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel kata kata subuh yg indah selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Kumpulan puisi mentari pagi. Setelah puisi pagi yang indah, melengkapi beberapa puisi pagi di blog puisi dan kata untuk kali ini, puisi mentari pagi yang cerah, secerah syair pagi untuk kekasih, yang akan menghiasi halaman puisi dan kata bijak. untuk menambah koleksi puisi tentang pagiDan untuk kali ini puisi selamat pagi kembali dihadirkan dengan judul kumpulan puisi mentari pagi untuk menyambut kehadiran mentari di pagi hari dalam bentuk kata kata puisi pagi dan puisi mentari pagi menghangatkan diketahui mentari pagi merupakan matahari yang bersinar di waktu pagi, dan kata mentari adalah kata sinonim dari mentari pagi adalah awal yang indah ketika matahari mulai menampakkan wajahnya dan bersinar dengan warna agak waktu ini sebagian kehidupan didunia ini mulai untuk meniti jalan hidupnya, dan insan insan manusia mengawali sentuhan mentari untuk membawa harapan menuju langkah berikut ini adalah daftar judul puisi selamat pagi dalam kumpulan puisi mentari pagi diterbitkan antara lainPuisi mentari pagiPuisi pagi iniPuisi selamat tinggal mentariPuisi hidup penuh warnaPuisi sinar mentari pagiPuisi pandangan pertamaPuisi yang diharapkan tak kunjung menyapaPuisi embunPuisi sekuntum pagiPuisi sapa pagikuPuisi kemilau asaPuisi di lengkung kilau mentariPuisi mentari pagiPuisi sesunyi pagi bersamaKeempat belas puisi mentari pagi diatas membahas aneka macam kata tentang pagi seperti puisi pagi pendek, sajak, syair dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kata kata mentari di pagi hariKumpulan puisi mentari pagiKumpulan puisi mentari pagi merupakan berkas atau gugusan beberapa puisi tentang kata mentari dan kata pagi. dirangkai dari puisi mentari pendek dalam bait bait puisi indah dan puisi tentang mentari pagi atau puisi pagi tersaji dengan indah dan sayang jika dilewatkan begitu bagaimana cerita pagi dalam bait bait kumpulan puisi mentari pagi, apakah ada berkisah seperti puisi tentang pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi ataukah berkisah seperti puisi harapan dipagi lebih jelasnya tetang kata kata mentari pagi dan kata kata pagi dalam bentuk puisi, disimak saja bait bait kumpulan puisi mentari pagi berikut agar mengerti makna puisi mentari pagi hari hariPUISI MENTARI PAGIBundo AyudaMentari berselimut mendungbersamaan dengan tanyayang masih mengukungsejak sekian lama ya, kau ada bagai tiadadalam hidupku, sedangkandalam asa kau tetap bersemedidengan sepi di lubuk sejak kapan kau berubahntuk tidak bisa menyentuhrinduku lagi bak mati mentari pagi inikau tetap bersembunyipanas diredam dendam kucoba dengan sapa toh,jawabnya sepi bikin kecewainsyaallah dalam do'a truskugumam baik baik PAGI INIAsmira SuhadisPucuk pucuk bermandi gerimisCahaya keemasan mentari pun tidak mahu kalahembun dan gerimis berebut tempat di hujung hujung daunSetengah jamAku puaskan matakumenikmati sajian pagimerasakan tiap berdirinya bulu roma di sekujurkuIndah meresap di jiwasuasana damai pagi meski dingin menyelubungi tiap liang romaini anugerah yang tiada harganya...Selamat pagi duniaSentiasalah damai dihatimeski jubahmu adalah angkara.. meski lembaranmu luka luka yang SELAMAT TINGGAL MENTARI‎Derumi SumaLangit biru berkokok mengundang mentari pagiMengucapkan perpisahan padamu sang bintang kejoraKu ungkit masa lalu dibalik selimutBerlindung dari siluman kabutKau masih malu menampakkan raut kecantikanmuInilah kesempatanku meninggalkanmu saat kau bercadarkan sutera biruMataku terus melambai, aku tersenyum di balik zirah kotak-kotakKau bersekutu dengan siluman es, tapi maaf, istana kapukku setia menjagakuDi balik persembunyianku aku terelap damai dan tersenyum menemui bidadarikuDS. Kudus, 10052017Puisi Hidup Penuh WarnaBudistira RbkHidup ini seperti pelangi..Aneka warna tak serupa..Kadang semerah mawar berduri..Sesekali berwarna keemasan seperti langit disenja juga cerah laksana mentari pagi..Sesederhana itu Allah menawarkan kehidupan yg begitu kita bagaimana menikmati Sinar Mentari PagiFirman Hidayatul Hakim‎Kulihat sinar mentari menyinari pagiSeperti memberi semangat padaku hari iniUntuk menjalani hidupku yang penuh masalah iniDengan ditenangkan oleh suasana hatiMentariAndaiku bisa menggapaimuKupeluk dengan erat badanmuLalu aku akan membawamuKe dalam hidupkuMentari.....Ku tersenyum melihatmuSeperti waktu itu ku berkata padamuBahwa aku mencintaimuDengan penuh cinta yang memenuhi hatikuTerima kasih tuhanEngkau telah menciptakan kebahagiaanBagi setiap orang yang menginginkanTapi semua itu sulit ku lakukanBaca Juga puisi mentari pagi romantisPuisi Pandangan PertamaDendi Djeand ÿčMungkin tatapan ku,,tak sehangat mentaritak sesejuk embun pagiTapi bola mata mumemberi isyarat dalam hatidan hayalan dalam mimipiMaaf,,Mata nakal ku tak bisa perpaling dari muTampa ku sadarikau telah menyemai rasa di taman hati iniBiar dan izin kan lahkurawat benih itu dengan segenap cintakujaga dengan harapan dan cita-citaPUISI YANG DIHARAP TAK KUNJUNG MENYAPA‎Rahmat Budiantomalu-malu sang mentari...di pagi nan menyejukan...terbayang lagi...senyum dirimu kurindukan...setulus embun pagi...membasahi dedaunan...kenapa engkau pergi...tingalkan kusendirian...PUISI EMBUN‎Subekti YazanKawan....Pernahkah kamu menatap embun ?Bening bukan?Yach....Sangat bening,jernih, danmenyejukkanEmbun,beningmu mampu memadukan aneka warna menjadi pesona terindahBeningmu tak ternodaBuat ku bisa menatap dengan jernih semua yang ada dibelakangmuDuhai embun...Tetesanmu mampu memantulkankemilau sinar mentari pagimemancarkan aura benderangdan keindahan di hamparan bumiDan tetesanmu mampu memberikan kesejukandi tengah gersangnya duniaSubhanallah......Darimu embunaku dapat merasakanBetapa Agungnya Mahakarya Sang SEKUNTUM PAGI‎Ramana AriasmaPagi mekar seiring mentari bersinarEmbun tak lagi bermanja dengan daunTidurkan khayalan yang memabʋkkanBangunkan gairah untuk memetik impianAwali hari dengan putaran do'aAgar roda berputar sesuai asaHidup adalah melangkahSemoga terarah dan penuh berkahGarut, 021016PUISI SAPA PAGIKU‎Hartini Dewi Putri‎Masalah kamrin telah berlaluWaktunya melihat langit biruMentari pagi terlihat indahBersama hadirnya sapamu lewat suaraTediamku memendam rasa rinduBayang wajahmu yang senduBuat anganku melayang jauhDan asapun ingin bertemuKini mentari telah kembaliRembulan pun ikut menghilangBurung nuri kepakkan sayapnyaMenyambut indahnya mentari pagiUntuk pagimu yang indahPUISI KEMILAU ASA‎Hartini Dewi Putri‎Kemilau asa di ufuk timurBias mentari pagi terlihat indahJalani hari penuh syukurWaktunya kita mencari nafkahLepas, bebaskan semua masalahTerik mentari pemicu samangatSonsong pagi, gapai cita-citaDemi keluarga yang tercintaAwali pagi dengan doaSemua keinginan di ijabahSerahkan semua kepada-NyaAyo ...! arungi samudra sampai dermagaPUISI DI LENGKUNG KILAU MENTARIIbu SPerlahan kubuka jendela dengan debur rasa di dadaPenuh harap ada sapamu menantiNapas panjang dalam kehampaanpun kian pekatTak ada senyummu menantiTatapanku nanar pada sang embun yang berjuntai bening indah di ujung dedaunanKupu kupu begitu riang mengitari bunga bumga di tamanTak ada salam yang kau titipkanTak ada lirih suaramu dalam tegur sapaSaat getar rasa bergetar halus kurasa engkaupun tak adaEntah di mana ataukah telah kau langkahkan kaki keserambi yang lainHingga tak ada pamit dan doaDengan senyum hambar yang masih tersisa kubiarkan jendela terbuka agar sepoy angin tetap menerpa wajahkuDi sini di lengkung kemilau mentari pagi ku ukir namamuKupahat dengan indah dengan tajamnya belati rinduku....PUISI MENTARI PAGI‎Iki Mulyati‎Indah nian mentari pagiSemburat cahaya lembut mewarnaiJejak langkah giat menapakiMengkais rizki Ilahi RobbyPanjat doa dalam ucapanBerikan rizki halalaan toyibanDemi kami yang meraih masa depanSelamat dunia akherat kami harapkanGusti Robby maha pengasih dan penyayangTunjukan kami jalan yang terangSingkirkan semua aral yang melintangAgar kami senantiasa bahagia dan selalu riangAminnnBaca Juga Puisi tentang mentari bersinarPUISI SESUNYI PAGI BERSAMA‎Ahmad Rojaa‎Mentari meninggi seujung tombakMerayap seakan tak bergerakMemeluk segala riangMenyeka sisa semalamDitanah merayap serangga dan puyuhBerlomba mempertahankan eksistensi hidupPayung-payung hijau geming menaungiMemeluki hari yang kian meninggiDi udara berduyun sebangsa burung dan serangga terbangMemenuhi langit asa yang luasSesekali mendung lalu menerangSesekali hujan lalu meranggasDiantara tanah dan udara kita memapah waktuTertatih kadang terjatuhDidorong cinta sesering dienggani raguBersama rindu berkawan senduDisegala ajaibnya Dhuha' ini; masih saja terdiam menatapi hariTerpana dengan segala cerita mata dan hatiTerbius kisah kasih dibisik temaramMemalingkan arah dijauh rembulanDiam dan rasakankan..Entahlah itu senja dan malam nantiSebatas diri nyata adalah kiniEntahlah dengan mereka semuaEntah bagaimana kita kelak disanaMarilah berseri bersamaKembali berjanji merajutiAjaran kejujuran yang sempat terdustaSekelam tawa yang coba sembunyikan sepiAr, 24042017Lihat Juga Kumpulan puisi pagi yang cerah secerah hatikuDemikianlah kumpulan puisi mentari pagi. Simak/baca juga puisi pagi yang lain di blog ini, semoga puisi tentang mentari pagi diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Makassar - Puisi Pendek adalah salah satu jenis karya sastra yang populer di kalangan masyarakat. Contoh puisi pendek kerap kita temukan dalam berbagai tema seperti cinta, kehidupan, lingkungan, dan orang menggunakan puisi untuk mengekspresikan perasaan dan buah pikiran ke dalam kalimat yang Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima serta penyusunan larik dan bait. Puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Adapun puisi pendek adalah jenis puisi yang di dalamnya menggunakan kata-kata yang singkat dan tidak terlalu panjang. Meski begitu makna yang terkandung di dalamnya cukup untuk lebih memahami tentang puisi pendek, berikut ini berbagai contoh puisi pendek yang telah dihimpun detikSulsel dari berbagai sumber;Contoh Puisi Pendek Tentang Cinta1. Cinta yang Agung - Kahlil GibranAdalah ketika kamu menitikkan air matadan masih peduli terhadapnya..Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia..Adalah ketika dia mulai mencintai orang laindan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu..Apabila cinta tidak berhasil...Bebaskan dirimu...Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnyadan terbang ke alam bebas lagi..Ingatlah... bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..Tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati bersamanyaOrang terkuat BUKAN mereka yang selalumenang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh2. Aku Ingin - Sapardi Djoko SamonoAku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan kata yang tak sempat diucapkankayu kepada api yang menjadikannya abuAku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan isyarat yang tak sempat disampaikanawan kepada hujan yang menjadikannya tiada3. Surat Cinta - Goenawan MohamadBukankah surat cinta ini ditulisditulis ke arah siapa sajaSeperti hujan yang jatuh ritmismenyentuh arah siapa sajaBukankah surat cinta ini berkisahberkisah melintas lembar bumi yang fanaSeperti misalnya gurun yang lelahdilepas embun dan Balada Orang-Orang Tercinta - WS RendraKita bergantian menghirup asamBatuk dan lemas tercerukMarah dan terbaret-baretCinta membuat kita bertahandengan secuil redup harapanKita berjalan terseok-seokMengira lelah akan hilangdi ujung terowongan yang terangNamun cinta tidak membawa kitamemahami satu sama lainKadang kita merasa beruntungNamun harusnya kita merenungAkankah kita sampai di altarDengan berlari terpatah-patahMengapa cinta tak mengajari kitaUntuk berhenti berpura-pura?Kita meleleh dan tergerusSerut-serut sinar matahariSementara kita sudah luparasanya mengalir bersama kehidupanMelupakan hal-hal kecilyang dulu termaafkanMengapa kita saling menyembunyikanMengapa marah dengan keadaan?Mengapa lari ketika sesuatumembengkak jika dibiarkan?Kita percaya pada cintaYang borok dan tak sederhanaKita tertangkap jatuh terperangkapDalam balada orang-orang tercinta5. Lagu Gadis Itali - Sitor SitumorangKerling danau di pagi hariLonceng gereja bukit ItaliJika musimmu tiba nantiJemputlah abang di teluk NapoliKerling danau di pagi hariLonceng gereja bukit ItaliSedari abang lalu pergiAdik rindu setiap hariKerling danau di pagi hariLonceng gereja bukit ItaliAndai abang tak kembaliAdik menunggu sampai matiBatu tandus di kebun anggurPasir teduh di bawah nyiurAbang lenyap hatiku hancurMengejar bayang di salju gugur1955Contoh Puisi Pendek Tema Kesedihan6. Elegi - Joko PinurboMaukah kau menemaniku makan? Makan dengan piring yang retak dan sendok yang patah. Makan, menghabiskan hatiku yang makan malam terakhirnya Di surga kecilnya yang suram. Besok ia sudah terusir kalah Dan harus pergi menuju entahLalu mereka berfoto bersama Sementara mobil patrol berjaga-jaga di ujung sana. Lalu hujan datang memadamkan api di akan merindukan rumahnya dan akan sering menengoknya lewat mesin pencari kenangan sebelum malam Elegi Jakarta - Asrul SaniPada tapal terakhir sampai ke Yogya,bimbang telah datang pada nyalalangit telah tergantung suramKata-kata berantukan pada arti sendiriBimbang telah datang pada nyaladan cinta tanah air akan berupapeluru dalam darahserta nilai yang bertebaran sepanjang masabertanya akan kesudahan ujianmati - atau tiada mati-matinyaO jenderal, bapa, bapatiadakah engkau hendak berkata untuk kesekian kaliataukah suatu kehilangan keyakinanhanya akan tetap tinggal pada titik-sempurnadan nanti tulisan yang telah diperbuat sementaraakan hilang ditiup anginia berdiam di pasir kering8. Senja di Pelabuhan Kecil - Chairil AnwarIni kali tidak ada yang mencari cintaDi antara gudang, rumah tua, pada ceritaTiang serta perahu tiada berlautMenghembus diri dalam mempercayai mau berpautGerimis mempercepat kelamAda juga kelepak elang menyinggung muramDesir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akananTidak bergerak dan kini tanah, air tidur, hilang lagi. Aku menyisir semenanjungMasih pengap harapSekali tiba di ujungDan sekalian selamat jalan dari pantai keempatSedu penghabisan bisa terdekap9. Sia-Sia - Chairil AnwarPenghabisan kali itu kau datangMembawa kembang berkarangMawar merah dan melati putihDarah dan suciKau tebarkan depankuSerta pandang yang memastikan untukmuLalu kita sama termanguSaling bertanya apakah ini?Cinta? Kita berdua tak mengertiSehari kita bersama. Tak Hatiku yang tak mau memberiMampus kau dikoyak-koyak 194310. Derai-Derai Cemara - Chairil Anwarcemara menderai sampai jauhterasa hari akan jadi malamada beberapa dahan di tingkap merapuhdipukul angin yang terpendamaku orangnya bisa tahansudah berapa waktu bukan kanak lagitapi dulu memang ada suatu bahanyang bukan dasar perhitungan lagihidup hanyalah menunda kekalahantambah terasing dari cinta sekolah rendahdan tahu, ada yang tetap tak diucapkansebelum pada akhirnya kita menyerah1949Contoh Puisi Pendek tentang Guru & Pendidikan11. Guru - Kahlil GibranBarang siapa mau menjadi guruBiarlah dia memulai mengajar dirinya sendiriSebelum mengajar orang lainDan biarkan pula dia mengajar dengan teladanSebelum mengajar dengan kata-kataSebab, mereka yang mengajar dirinya sendiriDengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiriLebih berhak atas penghormatan dan kemuliaanDaripada mereka yang hanya mengajar orang lainDan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain12. Guruku - Mustofa BisriKetika aku kecil dan menjadi muridnyaDialah di mataku orang terbesar dan terpintarKetika aku besar dan menjadi pintarKulihat dia begitu kecil dan luguAku menghargainya duluKarena tak tahu harga guruAtaukah kini aku tak tahuMenghargai guru?13. Bintang - Chairil AnwarAku mencintai kelasmuKamu membantuku 'tuk melihatBahwa untuk hidup bahagiaBelajar adalah kuncinyaKamu memahami muridmuKamu perhatian dan pandaiKamu guru terbaik yang pernah adaAku tahu itu dari awal kita bertemuAku memperhatikan kata-katamuKata-kata dari seorang guru sejatiKamu lebih dari teladan terbaikSebagai guru, kamu adalah bintang14. Dengan Puisi, Aku - Taufik IsmailDengan puisi aku bernyanyi...Sampai senja umurku nanti..Dengan puisi aku bercinta...Berbaur cakrawala...Dengan puisi aku mengenang...Keabadian Yang Akan Datang...Dengan puisi aku menangis...Jarum waktu bila kejam mengiris..Dengan puisi aku mengutuk...Napas jaman yang busuk...Dengan puisi aku berdoa..Perkenankanlah kiranya...15. Guruku - Gus MusKetika aku kecil dan menjadi muridnyaDialah di mataku orang terbesar dan terpintarKetika aku besar dan menjadi pintarKulihat dia begitu kecil dan luguAku menghargainya duluKarena tak tahu harga guruAtaukah kini aku tak tahuMenghargai guru?Contoh Puisi Pendek tentang Alam dan Lingkungan16. Sajak Matahari - RendraMatahari bangkit dari permukaan samodra keluar dari mulutku,menjadi pelangi di keluar dari jidatku,wahai kamu, wanita miskin !kakimu terbenam di dalam harapkan beras seperempat gantang,dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !Satu juta lelaki gundulkeluar dari hutan belantara,tubuh mereka terbalut lumpurdan kepala mereka berkilatanmemantulkan cahaya mereka menyalatubuh mereka menjadi baradan mereka membakar adalah cakra jinggayang dilepas tangan Sang menjadi rahmat dan kutukanmu,ya, umat manusia !17. Malam Laut - Sudarto BachtiarKarena laut tak pernah takluk, lautlah akuKarena laut tak pernah dusta, lautlah akuTerlalu hampir tetapi terlalu sepiTertangkap sekali terlepas kembaliAh malam, gumpalan cahaya yang selalu berubah warnaBeginilahh jika mimpi menimpa harapan banciTak kusangka serupa daraSehabis mencium bias menderaKarena laut tak pernah takluk, mereka tak tahu aku di manaKarena laut tak pernah dusta, ku tak tahu cintaku di manaTerlalu hampir tetapi terlalu sepiTertangkap sekali terlepas kembali18. Bunga Alang-Alang - Taufiq IsmailBunga alang-alangDi tebing kemarauMenggelombangMengantarBisik cemaraDalam getarDi jalan setapakEngkau berjalanSendiriKetika pepohon damarMenjajariBintang pagiSesudah topanMembarutWarna jinggaDan seribu kalongBergayutDi puncak randuDi bawah bungurKaupungutBunga rinduSementara awanMenyapu-nyapuFlamboyanKemarau punBerangkatDengan kaki tergesaDalam anginYang menerbangkanSerbuk bunga. 196319. Adakah Suara Cemara - Taufiq IsmailAdakah suara cemara Mendesing menderu padamu Adakah melintas sepintas Gemersik daunan lepasDeretan bukit-bukit biru Menyeru lagu itu Gugusan mega Ialah hiasan kencanaAdakah suara cemara Mendesing menderu padamu Adakah lautan ladang jagung Mengombakkan suara Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damonotak ada yang lebih tabahdari hujan bulan Junidirahasiakannya rintik rindunyakepada pohon berbunga itutak ada yang lebih bijakdari hujan bulan Junidihapusnya jejak-jejak kakinyayang ragu-ragu di jalan itutak ada yang lebih arifdari hujan bulan Junidibiarkannya yang tak terucapkandiserap akar pohon bunga ituContoh puisi Pendek tentang Perjuangan21. Diponegoro - Chairil AnwarDi masa pembangunan inituan hidup kembaliDan bara kagum menjadi apiDi depan sekali tuan menantiTak gentar. Lawan banyaknya seratus di kanan, keris di kiriBerselempang semangat yang tak bisa barisan tak bergenderang-berpaluKepercayaan tanda berartiSudah itu NegeriMenyediakan di atas menghambaBinasa di atas ditindasSesungguhnya jalan ajal baru tercapaiJika hidup harus Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu - Widji Thukulapa guna punya ilmukalau hanya untuk mengibuliapa gunanya banyak baca bukukalau mulut kau bungkam meluludi mana-mana moncong senjataberdiri gagahkongkalikongdengan kaum cukongdi desa-desarakyat dipaksamenjual tanahtapi, tapi, tapi, tapidengan harga murahapa guna banyak baca bukukalau mulut kau bungkam melulu23. Musium Perjuangan - KuntowijoyoSusunan batu yang bulat bentuknyaberdiri kukuh menjaga senapan tuapeluru menggeletak di atas mejamenanti putusan tahu sudah, di dalamnyatersimpan darah dan air mata kekasihAku tahu sudah, di bawahnyaterkubur kenangan dan impianAku tahu sudah, suatu kaliibu-ibu direnggut cintanyadan tak pernah kembaliBukalah tutupnyasenapan akan kembali berbunyimeneriakkan semboyanMerdeka atau sesudah sebuah perangselalu pertempuran yang barumelawan Jakarta 17 Agustus 45 Dinihari - Sitor SitumorangSederhana dan murniImpian remajaHikmah kehidupanberNusaberBangsaberBahasaKewajaran napasdan degub jantungKeserasian beralamdan bertujuanLama didambakanmenjadi kenyataanwajar, bebasseperti embunseperti sinar mataharimenerangi bumidi hari pagiKemanusiaanIndonesia Merdeka17 Agustus 194525. Atas Kemerdekaan - Sapardi Djoko Damonokita berkata jadilahdan kemerdekaan pun jadilah bagai lautdi atasnya langit dan badai tak henti-hentidi tepinya cakrawalaterjerat juga akhirnyakita, kemudian adalah sibukmengusut rahasia angka-angkasebelum Hari yang ketujuh tibasebelum kita ciptakan pula Firdausdari segenap mimpi kitasementara seekor ular melilit pohon itu inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlahContoh Puisi pendek tentang Tuhan & Agama26. Doa - Taufik IsmailTuhan kamiTelah nista kami dalam dosa bersamaBertahun-tahun membangun kultus iniDalam pikiran yang gandaDan menutupi hati nuraniAmpunilah kamiAmpunilahAminTuhan kamiTelah terlalu mudah kamiMenggunakan AsmaMuBertahun di negeri iniSemoga Kau rela menerima kembaliKami dalam barisanMuAmpunilah kamiAmpunilahAmin27. Karena Kasihmu - Amir HamzahKarena kasihmuEngkau tentukan waktuSehari lima kali kita bertemuAku anginkan rupamuKulebihi sekaliSebelum cuaca menali suteraBerulang-ulang kuintai-intaiTerus menerus kurasa-rasakanSampai sekarang tiada tercapaiHasrat sukma idaman badanPujiku dikau laguan kawiDatang turun dari datukuDiujung lidah engkau letakkanPiatu teruna di tengah gembalaSunyi sepi pitunang PoyangTadak meretak dendang dambakuLayang lagu tiada melangsingHaram gemerencing genta rebanaHatiku, hatikuHatiku sayang tiada bahagiaHatiku kecil berduka rayaHilang ia yang dilihatnya28. Sajadah Panjang - Taufiq IsmailAda sajadah panjang terbentangDari kaki buaianSampai ke tepi kuburan hambaKuburan hamba bila matiAda sajadah panjang terbentangHamba tunduk dan sujudDi atas sajadah yang panjang iniDiselingi sekedar interupsiMencari rezeki, mencari ilmuMengukur jalanan seharianBegitu terdengar suara azanKembali tersungkur hambaAda sajadah panjang terbentangHamba tunduk dan rukukHamba sujud dan tak lepas kening hambaMengingat Gumamku ya Allah - RendraAngin dan langit dalam diriku,gelap dan terang di alam raya,arah dan kiblat di ruang dan waktu,memesona rasa duga dan kira,adalah bayangan rahasia kehadiran-Mu, ya Allah!Serambut atau berlaksa hastaentah apa bedanya dalam penasaran yang senantiasa manusia tak ada yang rindu pada-Mu menyala di puncak yang manusia sama tidak tahu dan sama adalah kemah para beragam doa dan yang sama dalam bahasa-bahasa Jadi - Suradji Calzoum Bachritidak setiap deritajadi lukatidak setiap sepijadi duritidak setiap tandajadi maknatidak setiap maknajadi ragutidak setiap jawabjadi sebabtidak setiap janganjadi pegangtidak setiap kabarjadi tahutidak setiap lukajadi kacamemandang Kaupada wajahkuPuisi Tentang Kritik Sosial & Pemerintah31. Aku Tulis Pamplet Ini - RendraAku tulis pamplet inikarena lembaga pendapat umumditutupi jaring bicara dalam kasak-kusuk,dan ungkapan diri ditekanmenjadi peng - iya - yang terpegang hari inibisa luput besok luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-tekimenjadi marabahayamenjadi isi kebon kritik hanya boleh lewat saluran resmi,maka hidup akan menjadi sayur tanpa pendapat umum tidak mengandung mengandung perdebatanDan akhirnya menjadi monopoli tulis pamplet inikarena pamplet bukan tabu bagi inginkan merpati ingin memainkan bendera-bendera semaphore di ingin membuat isyarat asap kaum tidak melihat alasankenapa harus diam tertekan dan ingin secara wajar kita bertukar berdebat menyatakan setuju dan tidak ketakutan menjadi tabir pikiran ?Kekhawatiran telah mencemarkan telah mengganti pergaulan pikiran yang menyinari airmata yang berderai menjadi memberi mimpi pada angin menyingkapkan keluh kesahyang teronggok bagai tulis pamplet inikarena kawan dan lawan adalah dalam alam masih ada yang tenggelam diganti besok pagi pasti terbit di dalam air lumpur kehidupan,aku melihat bagai terkacaternyata kita, toh, manusia!32. Orang-orang Kecil - Sandy Tyasorang-orang keciladalah bidak-bidak caturbenda permainantanpa jiwatanpa martabatmereka bukanlahmahluk Tuhanyang bernama manusiadiperlakukanbagai lembuditimbangbagai arang batudikocok bagai dadudiputar bagai roletbenda-benda yang tak memilikihak-hak azasicuma bisa menyimpan suarasebab tak berhak bicarapada akhirnyasuara pun hilangdari kerongkongannyasebab kehabisantenaga33. Kau Pun Tahu - Acep Zamzam NoorKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam pengembaraankuBintang-bintang yang kuburuSemua meninggalkankuLampu-lampu sepanjang jalanPadam, semua rambu seakanMenunjuk ke arah jurangKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam setiap ucapankuSuara yang masih terdengarBerasal dari kegelapanKata-kata yang kusemburkanMenjadi asing dan mengancamSeperti bunyi senapanKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam puisi-puisikuKota telah dipenuhi papan-papan iklanMaklumat-maklumat ditulis orangDengan kasar dan tergesa-gesaMereka yang berteriakTak jelas maunya apaKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam doa-doakuAku sembahyang di comberanMenjalani hidup tanpa keyakinanPerempuan-perempuan yang kupujaSeperti juga para pemimpin itu -Semuanya tak bisa dipercayaKau pun tahu, tak ada lagi cintaDi negeriku yang busuk iniPidato dan kentut sulit dibedakanBegitu juga tertawa dan menangisMereka yang lelap tidurBangunnya pada kesianganPadahal ingin disebut Pantun Zaman Batu - Taufiq IsmailInilah pantun-pantun zaman batu,Pantun untuk mereka yang berkepala siluman dan preman bersatu,Mencuri anggaran dengan mabuk batu akik batu bacanYang bawa senapan matanya mendelik cari wahai kalian para karena berpikir waras bisa biasanya hujannya hujan batuTawaran, biasanya uangnya uang dolarJika akhirnya polisi dan koruptor bersatuHarus dilawan biarpun pangkatnya emas di negeri orangPanen rejeki hatinya bilang kriminalisasi dilarang,Tapi bawahannya tetap akik di negeri sendiri,Hidup tercekik sudah menjadi mimpi jadi bangsa mandiri,Eh, import komoditi tetap jadi mainan jujur bisa kehilangan palu,Hakim lucu dengkulnya berotak koruptor ketawa-ketiwi tak lagi punya malu,Alumni perguruan tinggi harus mengganyang dan Betapa Lucunya Negeri Ini - Sam HaidyTeroris menghilangTabung gas menerjangHarga miras naikOplosan mencekikKasus video porno bikin kalutKasus korupsi ke laut. Simak Video "Kapolrestabes Makassar Minta Maaf soal Mobil Patwal Tabrak Pemotor" [GambasVideo 20detik] alk/asm
Foto Hnaya Ilustrasi. Sumber Unsplash/Dawid ZawiłaPuisi Pagi yang Sendu dan MenenangkanFoto Hnaya Ilustrasi. Sumber Unsplash/Dapo OniSelamat pagi, sayangku, selamat tinggalIni adalah fajar yang memanggil kitaPergi dari mimpiAku akan tinggal bersamamu di malam hariTapi siang mengusir dengan jari-jari cahaya; Selamat pagi sayangku, selamat tinggalKami mencoba untuk menahan matahariDan menyangkal waktu itu memiliki artiSeperti malam pemilik penginapan Menyembunyikan kami dari pandanganTapi hari-hari datang sebagai tiranMenuntut hak merekaMasing-masing mengambil dariku sebagian kecil dari dirimuApakah kamu mengenalnya, sayang?Ini kebanggaan siapa yang membuka tirai Dan membiarkan aliran realitas masukSentuh dia; dia kerasTelepon dia; dia kedinginanLihatlah dia, Bagaimana matanya berani dan keringIni pagi, sayangku, selamat adalah pagi yang baikSampai aku kehilangan segalanyaAku menangis, “Oh tidak! Mengapa demikian?”Itu adalah pagi yang baikSampai semua yang aku cintai tidak bisa kumilikiAir mataku memang mengalirAku menangis adalah pagi yang baikSampai saya menulis surat abu-abu senduKe penjara pikiran, aku pergIni menyedihkan, aku merasakan hal yang sama persis hari iniTapi tahu sekarang musim di hatiMemiliki caranya sendiriDan beban hari ini akan hilang dan lenyap Digantikan oleh lagu yang mulia dan merduMelalui kabut pagi ini, para penolong mimpiSudah bekerja dengan semangat mimpikuJadi, aku membiarkannya pergiHanyut dalam mimpi dalam istirahat puitisJiwaku, tentu sajaHatiku akan membawaku bermil-mil lalu tersadarMendengar seekor burung memanggil di pagi hari Dengan suara pelan yang sedih dan sepiBahwa aku hanya berbaring di tempat tidur Mendengarkan- lalu, tiba-tiba terdengarSeratus suara semua bergabung untuk simfoniHari-hariku yang kelabuSelamat pagiAku ingin hidup hariSebuah awal baru dimulaiBadan hari iniPikiran masih terjebak di masa laluJika lebih baik, apakah aku tidak akan kehilangan?Semua yang kucintaiSemua yang kumilikiSelalu saja pergiPagi hariAku tak ingin sendiri
pagi yg indah puisi