Syekh Siti Jenar theory is misticism theory, Syekh Siti Jenar raises controversion because as a figure of speader widhatul wujud’s theory. The main problem of this research is the comparison between the theory of Kejawen and Syekh Siti Jenar. The main purpose of this research is to know and analyzing similiarities and differences between the Pengikut dari Syekh Siti Jenar, menyatakan bahwa Syekh Siti Jenar tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan. Manunggaling Kawula Gusti dianggap bukan berarti bercampurnya Tuhan dengan Makhluknya, melainkan bahwa Sang Pencipta adalah tempat kembali semua makhluk. Dan dengan kembali kepada Tuhannya, manusia telah menjadi bersatu dengan Tuhannya. Bahkan Imam Al-Ghazali ra. mengatakan dalam kitabnya bahwa qolbu, ruh, akal dan nafsu itu adalah satu. (syai’un wahidun). Tidak memiliki perbedaan, semuanya merupakan hal yg sama. Sehingga jelas bahwa keempat nama tersebut pada dasarnya adalah satu hal yg sama, memiliki fungsi dan tugas yg sama. Satu yang khas Syekh Siti Jenar memiliki strategi sendiri untuk membangkitkan kesadaran relijius orang jawa. Syekh Siti Jenar di banyak serat memiliki banyak Jagat batin syekh siti jenar/ penulis, Imron Mustofa, ; editor Rusdianto ; Biografi lengkap Syekh Siti Jenar / penulis, Sartono Hadisuwarno ; editor, Rusdianto ; Melukis pagi di langit Tunge ; To safequard the banner of the revolution / A.H. Nasution ; Misteri makrifat Syekh Siti Jenar / Agus Wahyudi ; editor, A. Azid Muttaqien 9wkl.

7 syair syekh siti jenar